Semua artikel
Olahraga6 menit baca

Aplikasi alarm untuk yang susah bangun: alarm dengan misi

Alarm dengan misi hanya berhenti setelah squat, push-up, atau merapikan tempat tidur selesai. Begini cara kerjanya di Wakea, lengkap dengan batasnya.

Aplikasi alarm untuk yang susah bangun: alarm dengan misi

“Ada aplikasi alarm untuk yang susah bangun yang memaksa kamu bangkit dari kasur?” Hampir: alarm dengan misi hanya berhenti setelah kamu menyelesaikan sesuatu yang tidak bisa dilakukan sambil berbaring. Di Wakea itu squat, push-up, atau merapikan tempat tidur, dan kamera ponsel memeriksanya langsung di perangkat.

Tidak ada alarm yang bisa memaksamu. Tapi alarm bisa mengambil alih keputusan dari kepala yang masih setengah tidur, dan Wakea bisa kamu atur dalam beberapa menit. Batasannya ada di bawah.

Ringkasan singkat

Misi
3
Tombol snooze
tidak ada
Kamera
di perangkat
Pintu darurat
ada

Kenapa alarm kalah saat setengah tidur

Kamu pasti kenal malam begini: “Satu video lagi.” Video berikutnya jalan sendiri, obrolan grup masih ramai, dan tahu-tahu sudah lewat tengah malam. Hampir empat dari sepuluh orang dewasa di Jerman mengaku tidur kurang dari tujuh jam pada hari kerja.

Lalu alarm berbunyi, dan jempolmu mematikannya sebelum kamu benar-benar sadar. Pukul 06.30 yang memutuskan bukan kepala, melainkan tangan. Begitu alarm mati, ponsel sudah di tangan: cek pesan sebentar, satu video, dan kasur menarikmu lagi.

Ini bukan malas. Tepat setelah bangun, kamu sering masih mengantuk dan belum fokus sekitar setengah jam, kadang lebih lama, dan jempol lebih cepat daripada kepala. Dalam sebuah studi kecil, orang lebih cepat bergerak ketika alarm hanya berhenti setelah tugas seperti memotret sesuatu di dalam kamar. Untuk Wakea sendiri tidak ada angka seperti itu.

Aplikasi untuk artikel ini

Wakea – Jam Alarm Bangun Tidur

Jam alarm buat yang susah bangun. Misi pagi biar stop snooze & turun dari kasur.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play

Uji coba gratis 3 hari

Wakea menghitung squat lewat kamera

Aplikasi alarm untuk yang susah bangun

Alarm dengan misi seperti Wakea hanya berhenti setelah kamu menyelesaikan salah satu dari tiga misi. Misinya kamu pilih untuk tiap alarm. Aplikasinya tidak punya tombol snooze.

  • Squat: Kamera depan menghitung repetisimu secara langsung. Taruh ponsel supaya pinggul dan lutut terlihat di layar.
  • Push-up: awal hari yang lebih berat. Ponsel berdiri di samping, lengan dan badan bagian atas terlihat.
  • Merapikan tempat tidur: Kamu merapikan tempat tidur lalu memotretnya, seperti pada alarm dengan foto. Kamera memeriksa di perangkat apakah tempat tidurnya sudah rapi.

Paginya begini: alarm berbunyi, kamu mulai misi, kamera menghitung atau memeriksa, lalu alarm mati. Pengenalan kamera berjalan langsung di perangkat. Foto dan video tidak disimpan atau diunggah.

Kenapa harus gerak? Teka-teki atau hitungan bisa dikerjakan sambil berbaring. Ketiga misi menuntut kamu keluar dari kasur. Itu pertimbangan yang masuk akal, bukan bukti.

Orang yang harus berdiri dulu untuk mematikan alarm sudah melewati langkah tersulit.

Cara mengaturnya malam ini

Alarm dengan misi bisa kamu atur dalam beberapa menit:

  1. Pilih misi dan jam. Buat alarm baru, pilih misi, atur jam, lalu di “Ulangi” pilih “Setiap hari” atau “Hari kerja”. Jam bangun yang mirip di hari libur juga membantu ritme tidurmu.
  2. Mulai dari yang ringan. Tingkat kesulitan kamu pilih untuk tiap alarm, berlaku untuk squat dan push-up. Mulai dari yang mudah dan naikkan setelah terbiasa. Misi yang menyebalkan cepat dihapus.
  3. Izinkan notifikasi dan kamera. Tanpa notifikasi, alarm tidak berbunyi, juga saat aplikasi terbuka. Tanpa akses kamera, alarm dengan misi kamera dijeda.
  4. Cek iPhone. Izinkan notifikasi sensitif waktu supaya alarm tetap sampai saat Fokus Tidur aktif. Sakelar Dering/Senyap bisa membuat alarm tetap pelan, jadi cek juga malam hari.
  5. Cek Android. Opsi “Naikkan volume saat berbunyi” menaikkan volume alarm saat alarm berbunyi.
  6. Tekan “Tes alarm”. Coba malam hari saat lampu menyala, dengan ponsel agak jauh dari tempat tidur supaya kamu harus berdiri, tapi pinggul dan lutut tetap terlihat. Malam hari terasa konyol, tapi menyelamatkanmu dari kaget di pagi hari.
Aplikasi untuk artikel ini

Wakea – Jam Alarm Bangun Tidur

Jam alarm buat yang susah bangun. Misi pagi biar stop snooze & turun dari kasur.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play

Uji coba gratis 3 hari

Wakea menghitung squat lewat kamera

Kalau misinya bikin kesal

Kamera lebih sulit bekerja di kamar tidur yang remang. Seberapa baik pengenalannya di sana tidak bisa dijanjikan; ruang uji yang terang lebih mudah daripada kamar saat fajar.

Karena itu: nyalakan lampu sebelum misi dimulai, taruh ponsel dengan kokoh dan lurus, dan ikuti petunjuk di layar, misalnya “mundur sedikit”. Untuk squat dan push-up, kalau ragu, turun satu tingkat. Pada misi merapikan tempat tidur, tingkat kesulitan tidak bisa diatur: seluruh tempat tidur harus masuk ke layar, jadi mundurlah sedikit. Coba juga sekali dengan cahaya redup.

Dan kalau kamu tetap rebahan?

Wakea tidak memaksamu secara harfiah, dan itu disengaja. Ada jalan keluar darurat supaya tidak ada yang terkunci. Siapa pun yang memakainya belum menyelesaikan misi, dan pagi itu tidak dihitung dalam rekor hari beruntunmu. Bunyi alarm juga berhenti sendiri setelah beberapa waktu.

Dan setelah misi? Wakea memeriksa misinya, bukan apa yang terjadi sesudahnya. Jadi kamu bisa saja rebahan lagi. Yang membantu adalah kalimat jika-maka yang sudah pasti: “Setelah misi selesai, aku nyalakan lampu dan ke dapur.”

Aplikasi untuk artikel ini

Wakea – Jam Alarm Bangun Tidur

Jam alarm buat yang susah bangun. Misi pagi biar stop snooze & turun dari kasur.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play

Uji coba gratis 3 hari

Wakea menghitung squat lewat kamera

Satu pagi terlewat bukan bencana

Kebiasaan baru biasanya butuh sekitar dua bulan, bagi sebagian orang lebih singkat, bagi yang lain lebih lama. Satu hari yang terlewat nyaris tidak menarikmu mundur. Dengan misi itu kamu sudah mencapai sesuatu sebelum hari benar-benar dimulai.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah ada aplikasi alarm yang memaksa bangun?

Tidak ada alarm yang bisa memaksa, tapi alarm dengan misi membuat lanjut tidur jadi sulit: di Wakea alarm hanya berhenti setelah misimu selesai. Selain itu ada jalan keluar darurat, bunyi alarm yang berhenti sendiri setelah beberapa waktu, dan notifikasi, karena tanpa notifikasi tidak ada alarm yang berbunyi.

Misi apa saja di alarm seperti Wakea?

Tiga: squat, push-up, atau merapikan tempat tidur. Saat alarm berbunyi kamu memulai misi, kamera di perangkat menghitung repetisi atau memeriksa tempat tidur, lalu alarm mati.

Apakah alarm berbunyi kalau notifikasi dimatikan?

Tidak. Tanpa notifikasi tidak ada alarm yang berbunyi, juga saat aplikasi terbuka. Di iPhone, sakelar Dering/Senyap juga bisa membuat alarm tetap pelan. Kalau ponsel mati atau habis baterai, tidak ada yang berbunyi. Cek malam hari dengan “Tes alarm”.

Apakah kamera berfungsi saat cahaya redup?

Itu tidak bisa dijanjikan; di cahaya redup lebih sulit. Nyalakan lampu, taruh ponsel dengan kokoh dan lurus, lalu ikuti petunjuk di layar. Foto dan video tidak disimpan atau diunggah.

Boleh rebahan lagi setelah misi?

Boleh. Wakea hanya memeriksa misinya, tidak ada pemeriksaan sesudahnya. Siapkan langkah berikutnya yang pasti, misalnya nyalakan lampu dan langsung ke dapur.

Apakah Wakea tetap membangunkan tanpa internet, dan tersedia di iPhone dan Android?

Ya, dua-duanya. Alarm berbunyi tanpa internet, hanya langganan yang butuh koneksi. Wakea tersedia untuk iPhone dan Android.

Unduh Wakea
Aplikasi untuk artikel ini

Wakea – Jam Alarm Bangun Tidur

Jam alarm buat yang susah bangun. Misi pagi biar stop snooze & turun dari kasur.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play

Uji coba gratis 3 hari

Wakea menghitung squat lewat kamera